jadwal harian ibu rumah tangga muslimah
Gerindradan PKB sebagai rekan koalisi akan daftar ke KPU bersama-sama
Ruangdan jadual pembelajaran · 3. Tugasan harian di rumah · 4. Berikut ini langkah mudah memodifikasi contoh jadwal harian anak. Bagus idea ibu ini penuhi aktiviti anaknya di rumah musim pkp. Tips mengajar anak di rumah semasa pkp. Tugasan harian di rumah · 4. Pengalaman pkp 1.0 anak asyik main gajet, ibu kongsi aktiviti ala sekolah di rumah.
Berikut5 tips membagi waktu pekerjaan dan rumah tangga yang bisa Bunda coba lakukan: 1. Membuat jadwal supaya lebih teratur. Manajemen kegiatan dan membuat jadwal dapat membantu mengurangi risiko Bunda wanita karier jadi stres saat menghadapi hari-hari. Semua pekerjaan jadi bisa dilakukan dengan baik karena sudah ada penempatan waktunya.
Adminblog Seputaran Rumah 2019 juga mengumpulkan gambar-gambar lainnya terkait mengatur jadwal harian ibu rumah tangga dibawah ini. Tips Membagi Waktu Ala Ibu Rumah Tangga Rizqillah Zaen. Sumber Oriflame Time Management Training Ppt Download. Belajar Menjadi Manajer Keluarga Handal Materi 6 Iip Batch.
DicariAhli Pangkas Rambut - Palembang Kota. Intan Jaya Lowongan. dicari ahli pangkas rambut ⭕ Dicari tukang pangkas rambut/barberman dengan sistem bagi hasil 50 : 50 lokasi pangkas rambut Tiga Saudara Km. 18 jln Palembang-Betung daerah serong sebelum arhanud kalau dari Palembang.
Cele Mai Bune Site Uri De Dating Din Romania. Ah…akhirnya, kesibukan hari ini hampir berakhir juga. Setelah kemarin seminggu sibuk dengan pekerjaan baru,- dan hari ini sibuk dengan semua pekerjaan rumah yang kemarin terpaksa ditumpuk,- Alhamdulillah, semua selesai. Jadwal pekerjaan, PR, janji-janji, untuk seminggu ke depan juga sudah tersusun. Alhamdulillah. Jam WIB. Udah wayahe tidur si, tapi tadi pas bikin jadwal harian, saya jadi inget curhatan salah seorang kawan di pengajian. Jadi ceritanya, si Ibu ingin meningkatkan amalan sunah, sayang, waktu Beliau selalu habis untuk pekerjaan rumah dan menemani putrinya yang masih balita. Beliau curhat dalam forum, bagaimana caranya agar ia bisa mengatur waktu dengan baik. Alasan ibu rumah tangga membutuhkan jadwal Tuink-tuink, sinyal di kepala saya langsung bunyi begitu mendengar kata “mengatur waktu” 😁😁 Semacam saya sudah pandai mengatur waktu saja, ya… He he he. Tapi jujur, saya punya motivasi sih, pengen ngajak para ibu rumah tangga untuk juga pandai mengatur waktu. Apalagi sebagai muslim, sudah menjadi kewajiban untuk pandai-pandai memanfaatkan waktu. Baik Al-Qur’an atau pun sabda Nabi, sudah banyak menyebutkan tentang hal itu. Allah sudah berjanji, akan menaikkan derajat siapa saja yang pandai memanfaatkan waktu dengan baik. Coba bayangkan, jika seorang ibu bisa menggunakan waktu dengan baik, dan kemudian mengajarkan hal tersebut kepada anaknya, then we can hope for a better world, right? Begini Sebaiknya Seorang Muslim Mengatur Waktu Okay, back to the post, ye Jika sudah bicara masalah pekerjaan rumah tangga, rata-rata ibu pasti akan berkata, “Pekerjaan rumah tangga itu banyak, enggak ada habisnya. Ya memang bener si, tapi itu kalau diturutin semua, tanpa prioritas. Tapi hidup seorang ibu kan nggak cuma bersih-bersih, nyapu, masak, dan nyuci kan? Butuh upgrade diri melalui belajar, ngumpul sama teman, atau sekedar nonton drakor perlu disebut? Iya…! 😀. Karena itu, ada baiknya seorang ibu rumah tangga meski tanpa sambilan apapun tetap punya jadwal harian. Manfaat jadwal untuk ibu rumah tangga Oya, selain suka kepoin blog-blog parenting di Indonesia, saya juga suka jalan-jalan ke blog-blog parenting luar negeri. Awalnya saya pengen tahu bagaimana cara mereka mendidik anaknya agar berani berkata tidak, juga lebih mandiri. Nah, disaat jalan-jalan itulah, saya menemukan momy-momy disana tu kok profesional banget ya, mereka punya jadwal pekerjaan rumah tangga bulanan, mingguan, juga harian. Dari situlah, saya jadi berpikir, jika seorang ibu rumah tangga juga perlu jadwal pekerjaan, baik harian, mingguan, atau bulanan. Dan dari pengalaman saya trial and error manejemen waktu, saya menemukan ada beberapa manfaat jadwal pekerjaan/ jadwal harian untuk ibu rumah tangga, yaitu 1. Jadwal harian akan memberi gambaran jelas apa yang harus ibu kerjakan Punya pengalaman seperti ini nggak; pas mau arisan, baru sadar jika debu di telaris sudah sangat tebal? Eh, korden ternyata belum diganti dari bulan lalu. Baru ngeh juga kalau tutup kulkas ternyata sudah menghitam. Padahal hari itu juga harus ambil kue, siapin minuman, jemput anak sekolah, …. eaaa… pusing deh pala berbi! Begitulah pikiran seorang ibu memang banyak. Ruwet, nyambung-nyambung kayak mie keriting minjem istilah mbak Bety Kristanto 😂. Dengan jadwal, ibu akan bisa melihat dengan jelas apa saja yang harus ibu kerjakan di hari itu; mana yang harus dikerjakan lebih dulu, dan mana yang bisa dikerjakan nanti. Pekerjaan mana yang bisa didelegasikan, atau malah tidak usah dikerjakan karena tidak mempengaruhi kegiatan di hari itu. 2. Jadwal harian akan membantu ibu menentukan prioritas Seperti yang ibu peserta pengajian keluhkan diatas, Beliau ingin memiliki lebih banyak waktu untuk beribadah, plus pekerjaan rumah juga beres. Dengan membuat jadwal, ibu akan mempunyai gambaran besar, pekerjaan mana yang penting, penting tapi bisa dikerjakan nanti, penting tapi tidak harus selesai sekarang, dan seterusnya. 3. Jadwal akan membantu ibu memenuhi tujuannya Jika ibu sudah tahu apa saja yang harus dikerjakan di hari itu, mana yang harus lebih dahulu dikerjakan, maka ibu akan lebih mudah mencapai apa yang ia inginkan. Misalnya beribadah sunah, waktu me time dengan anak yang lebih banyak, dan seterusnya. Tips membuat jadwal harian untuk ibu rumah tangga Nah, sekarang setelah tahu manfaat mengatur waktu, maka sekarang saatnya ibu memulai untuk mengatur waktu Dari beberapa diskusi tentang tip dan trik mengatur waktu, ada satu hal yang sering kali menjadi kendala tidak percaya diri jika mampu mengatur mulai saja para ibu ini sudah bilang, “Aku bisa nggak, ya?”, “Ah, paling nanti banyak gangguan”, “Malaslah kalau harus mencatat. Toh, kerjaannya itu-itu aja. Pertanyaan dan pernyataan ini memang wajar, terlebih bila melihat pola keseharian yang masih sering berantakan manajemen waktunya. Sayangnya, perasaan ini mempengaruhi akan “kekuatan” untuk memulai. Andaikan harus melalui jalan yang menurun, belum melangkah, mental sudah ciut dulu. Artikel terkait Cara Membantu Anak Mengatur Waktu Jadi, bila memang berniat untuk mengatur waktu dengan baik, bersihkan dulu semua pikiran negatif. Luruskan niat. Saya yakin Ibu sudah paham, jika orang -orang yang sukses adalah mereka yang bisa mengatur waktu dengan baik. Nah, jika pikiran negatif sudah hilang, dan niat yang benar sudah digenggam, mari kita mulai langkah manejemen waktu untuk ibu rumah tangga. 1. Buat daftar pekerjaan Daftar pekerjaan ibarat tujuan yang hendak Ibu capai dalam satu hari. Iya, betul memang hanya masak, nyuci, belanja, jemput anak, bersihin debu meja … tapi tetap semua itu harus Ibu tulis. Di awal membuat daftar pekerjaan, Ibu mungkin akan teringat pekerjaan-pekerjaan yang biasanya malah tidak Ibu kerjakan dalam satu hari. Misalnya melap rak buku, debu dibalik teralis jendela, mengganti korden dan lain sebagainya. Saran saya, tulis saja dulu semua. Jika sudah selesai, mulailah Ibu kelompokkan, mana yang pekerjaan yang harus selesai setiap hari, dan mana kelompok pekerjaan mingguan, dan bulanan. 2. Prioritaskan Jika Ibu sudah mengelompokkan pekerjaan, sekarang waktunya ibu untuk untuk mengurutkan jenis pekerjaan mana yang harus selesai di waktu pagi, siang, dan sore. Bagi para ibu dengan anak sekolah, prioritas utama mempersiapkan semua keperluan sekolah si kecil, membereskan dapur ketika si kecil sudah berangkat, dan seterusnya. Saya sendiri mengatur waktu based on jam-jam yang fix. Misalkan jam menjemput Hana atau jam sholat. Dengan menggunakan patokan seperti itu, plotting pekerjaan akan lebih mudah. Dan Insha Allah tujuan yang diinginkan pun akan lebih cepat tercapai. Tips Metode Time Blocking Bisa Ibu Gunakan untuk Membantu Mengatur Waktu 3. Set waktu untuk setiap kegiatan Selain mengurutkan dan mengkategorikan daftar pekerjaan, jangan lupa untuk menetapkan lama waktu setiap pekerjaan. Saat awal belajar mengelola waktu, kadang ibu akan akan merasa terburu-buru melakukan pekerjaan, Jangan merasa lelah ya, Bu. Ini wajar, karena kita sedang dalam masa peyesuaian. Saran saya, cobalah untuk lebih longgar, lebih realistis. Jika biasanya nyuci dan jemur baju 3 ember itu dua jam, ya alokasikan juga waktu selama dua jam untuk menyuci. Jangan lupa, terus amati, berapa rata-rata waktu yang ibu butuhkan. Jika nanti sudah terbiasa, pasti ibu akan lebih santai mengerjakan semua pekerjaan ibu. Hanya tiga langkah itu saja sebetulnya yang ibu butuhkan; daftarkan, kategorikan, dan tetapkan. Mudah dan sederhana. Namun memang pada prakteknya, selalu saja ada kendala. Apa saja kendala dalam mengelola waktu ibu, dan bagaimana cara mengatasinya, akan saya bahas di post selanjutnya, ya Ibu. Saat ini, cobalah praktekkan. Dan semoga niat Ibu untuk lebih banyak waktu ibadah atau apapun itu, segera terwujud. Salam.
– Seorang Muslim hendaknya selalu melakukan aktivitasnya semaksimal mungkin meniru sunnah Rasulullah SAW. Berikut ini adalah ageda harian seorang Muslim yang patut kita tiru dan amalkan. Semoga kita senantiasa terpacu untuk mengukir prestasi amal sholih yang akan memperberat timbangan kebaikan kita di yaumil akhir nanti. 1. Agenda Pada Sepertiga Malam Akhir a. Menunaikan shalat Tahajud dengan memanjangkan waktu pada saat ruku’ dan sujud di dalamnya, b. Menunaikan shalat Witir, c. Duduk untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah hingga adzan Subuh. Rasulullah SAW bersabda يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الْآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ “Sesungguhnya Allah SWT selalu turun pada setiap malam menuju langit dunia saat 1/3 malam terakhir, dan Dia berkata “Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan, dan barangsiapa yang meminta kepada-Ku, maka akan Aku berikan, dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku maka akan Aku ampuni”. HR. Bukhari dan Muslim 2. Agenda Setelah Terbit Fajar a. Menjawab seruan adzan untuk shalat Subuh, ” الَّلهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِي وَعَدْتَهُ “ “Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini, shalat yang telah dikumandangkan, berikanlah kepada Nabi Muhammad wasilah dan karunia, dan bangkitkanlah dia pada tempat yang terpuji seperti yang telah Engkau janjikan”. Ditashih oleh Al-Albani b. Menunaikan shalat sunnah Fajar di rumah dua rakaat, Rasulullah SAW bersabda رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا “Dua rakaat sunnah Fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya”. HR. Muslim وَ قَدْ قَرَأَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فِي رَكْعَتَي الْفَجْرِ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُوْنَ وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدَ “Nabi SAW pada dua rakaat sunnah Fajar membaca surat “Qul ya ayyuhal kafirun” dan “Qul huwallahu ahad.” c. Menunaikan shalat Subuh berjamaah di masjid, khususnya bagi laki-laki, Rasulullah SAW bersabda وَلَوْ يَعْلَمُوْنَ مَا فِي الْعَتْمَةِ وَالصُّبْحِ لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا “Sekiranya manusia tahu apa yang ada dalam kegelapan dan subuh maka mereka akan mendatanginya walau dalam keadaan tergopoh-gopoh”. Muttafaqun alaih بَشِّرِ الْمَشَّائِيْنَ فِي الظّلَمِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِالنُّوْرِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ “Berikanlah kabar gembira kepada para pejalan di kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sempurna pada hari Kiamat”. Tirmidzi dan ibnu Majah d. Menyibukkan diri dengan doa, dzikir atau tilawah Al Qur’an hingga waktu iqamat shalat, Rasulullah SAW bersabda الدُّعَاءُ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ “Doa antara adzan dan iqamat tidak akan ditolak”. HR. Ahmad dan Tirmidzi dan Abu Daud e. Duduk di masjid bagi laki-laki/mushalla bagi wanita untuk berdzikir dan membaca dzikir waktu pagi, Dalam hadits Nabi SAW disebutkan كَانَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ” إَذَا صَلَّى الْفَجْرَ تَرَبَّعَ فِي مَجْلِسِهِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ الْحَسَنَاءُ ”Nabi SAW jika selesai shalat Fajar duduk di tempat duduknya hingga terbit matahari yang ke kuning-kuningan”. HR. Muslim Agenda prioritas Membaca Al Qur’an. Allah SWT berfirman “Sesungguhnya waktu Fajar itu disaksikan Malaikat. QS. Al-Isra 78 Dan memiliki komitmen sesuai kemampuannya untuk selalu – Membaca ½ hizb dari Al Qur’an untuk mendapatkan khatam Al Qur’an sebanyak 1 kali, – Membaca 1 hizb dari Al Qur’an untuk mendapatkan khatam Al Qur’an sebanyak 2 kali, – Bagi yang mampu menambah lebih banyak dari itu semua, maka akan menuai kebaikan berlimpah insya Allah. 3. Menunaikan Shalat Dhuha Walau Hanya Dua Rakaat Rasulullah SAW bersabda يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى “Setiap ruas tulang tubuh manusia wajib dikeluarkan sedekahnya, setiap hari ketika matahari terbit. Mendamaikan antara dua orang yang berselisih adalah sedekah, menolong orang dengan membantunya menaiki kendaraan atau mengangkat kan barang ke atas kendaraannya adalah sedekah, kata-kata yang baik adalah sedekah, tiap-tiap langkahmu untuk mengerjakan shalat adalah sedekah, dan membersihkan rintangan dari jalan adalah sedekah”. HR. Bukhari dan Muslim 4. Berangkat Kerja atau Belajar Dengan Berharap Ridho Allah Rasulullah SAW bersabda مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمِلِ يَدِهِ، وَكَانَ دَاوُدُ لا يَأْكُلُ إِلا مِنْ عَمِلِ يَدِهِ “Tidaklah seseorang memakan makanan, lebih baik dari yang didapat oleh tangannya sendiri, dan bahwa Nabi Daud makan dari hasil tangannya sendiri”. HR. Bukhari Dalam hadits lainnya, Nabi SAW juga bersabda مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ “Barangsiapa yang berjalan dalam rangka mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga”. HR. Muslim Menyibukkan diri dengan berdzikir sepanjang hari. Allah SWT berfirman أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ “Ketahuilah dengan berdzikir kepada Allah, maka hati akan menjadi tenang”. QS. Ra’ad 28 Rasulullah SAW bersabda أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللهَ أَنْ تَمُوْتَ ولسانُك رَطْبٌ من ذِكْرِ الله “Sebaik-baik perbuatan kepada Allah adalah saat engkau mati sementara lidahmu basah dari berdzikir kepada Allah”. HR. Thabrani dan Ibnu Hibban 5. Agenda Saat Shalat Dzuhur a. Menjawab adzan untuk shalat Dzuhur, lalu menunaikan shalat Dzuhur berjamaah di masjid khususnya bagi laki-laki, Menunaikan sunnah Rawatib sebelum Dzuhur 4 rakaat dan 2 rakaat setelah SAW bersabda مَنْ صَلَّى اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ“Barangsiapa yang shalat 12 rakaat pada siang dan malam hari, maka Allah akan membangunkan baginya dengannya rumah di surga”. HR. Muslim Agenda Saat dan Setelah Shalat Ashar a. Menjawab adzan untuk shalat Ashar, kemudian dilanjutkan dengan menunaikan shalat Ashar secara berjamaah di masjid, b. Mendengarkan nasihat di masjid jika ada,Rasulullah SAW bersabda مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يَعْلَمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حِجَّتُهُ“Barangsiapa yang pergi ke masjid tidak menginginkan yang lain, kecuali belajar kebaikan atau mengajarkannya, maka baginya ganjaran haji secara sempurna.” Thabrani – hasan shahih c. Istirahat sejenak dengan niat yang karena Allah. Rasulullah SAW bersabda وَإِنَّ لِبَدَنِكَ عَلَيْكَ حَقٌّ “Sesungguhnya bagi setiap tubuh atasmu ada haknya.” Agenda prioritas Membaca Alquran dan berkomitmen semampunya untuk – Membaca ½ hizb dari Alquran untuk mendapatkan khatam Al Qur’an sebanyak 1 kali, – Membaca 1 hizb dari Alquran untuk mendapatkan khatam Al Qur’an sebanyak 2 kali, – Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan, maka akan menuai kebaikan yang berlimpah insya Allah. 7. Agenda Sebelum Maghrib a. Memperhatikan urusan rumah tangga – melakukan mudzakarah – Menghafal Al Qur’an, b. Mendengarkan ceramah, nasihat, khutbah, untaian hikmah atau dakwah melalui media, c. Menyibukkan diri dengan doa. Rasulullah SAW bersabda الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ “Doa adalah ibadah.” 8. Agenda Setelah Terbenam Matahari a. Menjawab adzan untuk shalat Maghrib, b. Menunaikan shalat Maghrib secara berjamaah di masjid khususnya bagi laki-laki, c. Menunaikan shalat sunnah Rawatib setelah Maghrib – 2 rakaat, d. Membaca dzikir sore, e. Mempersiapkan diri untuk shalat Isya’ lalu melangkahkan kaki menuju masjid, Rasulullah SAW bersabda مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً “Barangsiapa yang bersuci/berwudhu kemudian berjalan menuju salah satu dari rumah-rumah Allah untuk menunaikan salah satu kewajiban dari kewajiban Allah, maka langkah-langkahnya akan menggugurkan kesalahan dan yang lainnya mengangkat derajatnya”. HR. Muslim Agenda Pada Waktu Shalat Isya’a. Menjawab adzan untuk shalat Isya kemudian menunaikan shalat Isya secara jamaah di masjid, b. Menunaikan shalat sunnah Rawatib setelah Isya – 2 rakaat, c. Duduk bersama keluarga/melakukan silaturrahim, d. Mendengarkan ceramah, nasihat dan untaian hikmah di Masjid, e. Dakwah melalui media atau lainnya, f. Melakukan mudzakarah, g. Menghafal Al Qur’an,Agenda prioritas Membaca Al Qur’an dengan berkomitmen sesuai dengan kemampuannya untuk – Membaca ½ hizb dari Al Qur’an untuk mendapatkan khatam Al Qur’an sebanyak 1 kali, – Membaca 1 hizb dari Al Qur’an untuk mendapatkan khatam Al Qur’an sebanyak 2 kali, – Bagi yang mampu menambah sesuai kemampuan bacaan maka telah menuai kebaikan berlimpah insya yang kita jelaskan di sini merupakan contoh, sehingga tidak harus sama persis dengan yang kami sampaikan, kondisional tergantung masing-masing individu Muslim. Semoga ikhtiar ini bisa memandu kita untuk optimalisasi ibadah kepada Allah SWT, insya Allah. Wallahu a’lam... [GA/dbs]
Sebagai ibu rumah tangga harus punya planning atau kegiatan yang dilakukan sehari-hari. Dalam kegiatan tersebut menggabungkan antara tugas sebagai ibu rumah tangga dan melaksanakan kewajiban dari Allah. Untuk itu bagi yang masih awam maka perlu contoh jadwal harian iburumah tangga muslimah. Dengan adanya jadwal ini maka setiap kegiatan bisa diatur dan perlu dilakukan tepat waktu. Dalam contoh ini juga dibagi menjadi beberapa bagian sesuai aktivitas dan kondisi dalam rumah tangga. Misalnya ibu yang punya anak tanpa bekerja, punya anak namun kerja online shop dan beberapa kondisi lain di dalam rumah tangganya. Bagi kamu yang menjadi ibu rumah tangga maka bisa menjadwal kegiatan harian sebagai berikut Satu Anak Balita dan tanpa Bekerja Waktu Kegiatan Bangun pagi, sholat dan membaca al-qur’an. Sholat Shubuh Membangunkan anak dan menyiapkan sarapan suami Mulai mengerjakan pekerjaan rumah Sholat Dhuha dan mencuci baju Membaca al-qur’an Anak tidur siang Memasak untuk makan siang Makan dan sholat Dhuhur Bermain bersama anak Istirahat siang sekaligus menidurkan anak Sholat Ashar dan mengerjakan pekerjaan rumah Bermain di halaman atau di dalam rumah Membantu suami saat pulang kerja Sholat Maghrib, makan malam dan membaca al-qur’an Sholat isya dan bermain bersama anak Istirahat malam tidur Satu Anak Balita dan Kerja Online Shop Waktu Kegiatan / Aktivitas Sholat Subuh dan membuat kopi Membangunkan anak dan mempersiapkan suami berangkat kerja Mandi dan sarapan pagi Nonton televisi Sholat Dhuha, jalan-jalan Packing barang Makan siang dan sholat dhuhur Tidur siang bersama anak Packing barang lagi Sholat Ashar dan main di luar Sholat Maghrib, membaca al-qur’an dan makan malam Sholat Isya dan makan bersama anak. Tidur malam semua Satu Anak Balita, Satu Bayi, Kerja Olshop dan Satu Pembantu Waktu Aktivitas Sholat Subuh dan membuat kopi Membuat sarapan dan membangunkan anak Mempersiapkan suami berangkat kerja dan memandikan anak sekaligus sarapan. Nonton televisi dan menjemur bayi di depan rumah Menidurkan bayi Packing barang yang baru datang Sholat dhuhur dan makan siang Istirahat siang sekaligus menidurkan anak Packing barang Sholat ashar dan memandikan anak Sholat maghrib, makan malam. Sholat isya dan bermain bersama anak Menidurkan anak dan mengerjakan pekerjaan rumah Begadang atau tidur malam Jadi itulah contoh jadwal harian ibu rumah tangga muslimah dengan memiliki bayi atau balita. Jadwal di atas tidak bersifat paten melainkan bisa diubah sesuai kebutuhan dan kondisi rumah tangganya. Meski jadwal bisa diubah sesuai kebutuhan namun sebagai ibu rumah tangga muslimah harus ada kegiatan. Jadi sebagai ibu rumah harus bisa membagi waktu bersama keluarga, jalan-jalan atau aktivitas lainnya. Dengan seperti ini maka pekerjaan ibu rumah tangga bukan sekedar tidur-tiduran saja.
Sebagai seorang muslim, saya sering bertanya-tanya, bagaimana cara yang tepat untuk membuat jadwal ibu rumah tangga yang sesuai dengan aturan Islam. Awal mula saya belajar mengatur waktu atau membuat jadwal, memang hanya karena kagum melihat beberapa orang terkenal yang sanggup menjalankan banyak peran dalam kesehariannya. Seiring rajin ngumpul dengan teman yang paham agama, saya sadar jika Islam sangat memperhatikan tentang penggunaan waktu. Biasanya surah Al-Ashr, yang sering digaungkan sebagai dalil bagaimana kita seharusnya menggunakan waktu. Hanya saja, ya, begitulah… sedikit sekali muslim yang sangat memperhatikan penggunaan waktu. Ya mungkin di luar sana ada banyak sih, hanya saya saja yang enggak tahu. Sejauh ini saya hanya kenal Coach Darmawan Aji dan bu Indari Mastuti, yang bener-bener konsen dengan bagaimana seharusnya waktu digunakan. Hal itu pula yang membuat saya menjadi pengikut setia Beliau berdua. Sudah beberapa kelas, juga buku karya Coach Darmawan Aji dan ibu Indari Mastuti yang saya koleksi. Ilmu Beliau berdua yang sering dibagikan di halaman media sosial, juga sering saya coba. Tujuan saya hanya satu, bagaimana agar saya dapat menyelesaikan pekerjaan dalam waktu yang tidak banyak. Meski sering mengikuti dan menyimak Beliau berdua, saya masih saja belum ketemu sistem yang klik. Dan akhirnya berpetualanglah saya ke berbagai penjuru dunia, meski hanya bermodal jari dan jempol saja aka. browsing 😁. Disana saya ketemu Darius Foroux, James Clear, Lavendrei, Rowena Tsai, Megan Minss dan masih banyak lagi. Disaat itu saya termangu, sistem yang mereka lakukan, atau ceritakan, sebetulnya sudah ada dalam Islam. Hanya saja sebagai muslim, saya sering tidak dapat menangkap esensinya, apalagi kemudian mempraktekannya. Saya semakin bertanya, hal apa yang pertama kali harus dilakukan oleh ibu rumah tangga muslimah, agar dapat membuat jadwal yang selaras dengan ajaran Islam. Mengatur jadwal ibu rumah tangga muslimah Jawaban saya datang di akhir bulan Juli kemarin. Beberapa hari lalu, scrolling status WA seorang teman yang berisi cuplikan ceramah Ustadz Khalid Basalamah Official, berjudul “Susunan Program Hidup atau Pengaturan Waktu“. Dalam post IGTV tersebut, Ustadz berbicara bagaimana seharusnya menfokuskan kegiatan harian kita. Menurut Ustadz, jadwal kegitan kita sehari-hari, termasuk ibu rumah tangga tentu saja, tidak perlu terlalu banyak; cukup fokuskan pada lima hal berikut ini Sholat lima waktuyang on time; dan mengerjakan sholat dengan khusuk Sholat Rawatib Membaca dzikir pagi dan petang Sholat dhuha dan tahajud Doa diantara adzan dan iqomah Dan jika nanti ada waktu, barulah ditambah dengan kegiatan lain seperti membaca buku, diskusi atau kegiatan bermanfaat lainnya. Apa yang Ustadz sampaikan ini tentu tidak berarti kita tidak boleh bekerja dan melakukan kegiatan lain. Namun, fokuskan jadwal kegiatan kita sehari-hari pada lima hal kegiatan diatas. Cara mengaplikasikan mengatur jadwal ibu rumah tangga sesuai saran Ustadz Khalid Basalamah Sebagai ibu rumah tangga, yang bangun tidur saja kita sering auto bertanya, “Masak apa, ya?”, saran Ustadz tersebut mungkin terdengar berat dan rasanya tidak mungkin untuk dilakukan. Meskipun begitu, sudah sewajarnya juga jika kita menjadikan ibadah pagi sebagai bentuk ketaatan kita kepada Allah SWT. Caranya bagaimana? Fokuskan saja kegiatan ibu pada jam-jam sholat. Tambahkan 10-15 menit untuk waktu berdzikir atau melakukan sholat sunah. Sisa waktu lainnya baru jadwalkan untuk kegiatan rumah tangga yang lain. Jika ibadah pagi yang selain sholat wajib masih merupakan hal baru untuk ibu, maka pilihlah satu kegiatan saja dulu. Bangunlah kebiasaan dengan perlahan, namun kontinyu. Jangan semua dilakukan, tapi hanya bertahan 3-4 hari saja. Dalam ceramahnya, Ustadz Khalid juga terus menekankan tentang jumlah kegiatan yang kita jadwalkan sehari-hari. Menurut Beliau lebih baik memiliki sedikit kegiatan, namun kita mampu mengerjakan kegiatan tersebut dengan terus menerus; dibanding, satu kali kegiatan, durasinya lama, namun kita jarang melakukannya. Jadi, coba pilih salah satu dulu. Jika nanti ibu sudah mampu membangun kebiasaan tersebut dengan baik ukuran kebiasaan terbangun dengan baik biasanya 60 hari, barulah tambah dengan kebiasaan lain. Saya pribadi memilih mengusahakan ibadah wajib tepat waktu, merutinkan membaca Al-Quran seusai sholat, plus dzikir pagi. Bagaimana pengalaman saya dengan kegiatan baru ini? Nanti akan saya ceritakan di post yang lain, ya Bu. Semoga ulasan diatas bermanfaat. Terima kasih sudah mampir di blog Sampai jumpa di artikel produktivitas selanjutnya. Rahayu Pawitri untuk Kontak untuk kerja sama dan diskusi WA 08131 258 622
jadwal harian ibu rumah tangga muslimah